Gubernur Jatim Khofifah
Gubernur Jatim Khofifah

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung kesiapan Rumah Sakit Lapangan Covid-19 yang ada di Puslitbang Pelayanan Kesehatan milik Kemenkes RI, di Jalan Indrapura, 17, Kota Surabaya.

Di sana sudah dibangun tenda non permanen oleh Pemprov Jatim bagi 500 pasien Covid-19. Hanya saja disiapkan bagi pasien yang memiliki gejala ringan.

Pasien Covid-19 perlu dipisah karena rumah sakit yang ada di Surabaya sudah penuh. Sehingga rumah sakit hanya dikhususkan bagi mereka pasien Covid-19 dengan gejala berat atau sudah kritis saja.

Usai meninjau lokasi Khofifah menyampaikan dinamika penyebaran Covid-19 di Jatim sudah meningkat luar biasa. Seluruh kabupaten dan kota sudah merah. "Artinya harus ada kewaspadaan berganda dan kesiap siagaan yang makin luas," ujarnya.

Menurut dia sebetulnya pemprov sudah menyiapkan beberapa hal untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kepadatan di rumah sakit. "Rumah sakit di Menur misalnya itu kita dedikasikan untuk pasien Covid-19. Saat itu rumah sakit di Menur kita siapkan mudahan tak terpakai ternyata penuh juga," tuturnya sembari menyebut ada 104 kapasitas di sana.

Demikian halnya dengan RS dr Soetomo yang sudah penuh diisi 115 pasien. "Kita ingin yang di rumah sakit rujukan yang berat. Yang ringan sampai sedang seyogyanya kita siapkan di rumah sakit lapangan. Sehingga daya tampung rumah sakit makin besar," lanjutnya.

Khofifah juga meminta agar pemerintah kabupaten maupun kota di masing daerah melakukan hal yang sama. "Karena kewajiban tugas kita ada di kabupaten dan kota ketika terjadi bencana baik alam dan non alam," tegasnya.

Meski sudah ada sarana bagi pasien Covid-19, Khofifah tetap meminta agar masyarakat bisa disiplin mengikuti protokol kesehatan. "Oleh karena itu bagi seluruh warga di Jatim tolong jaga protokol kesehatan kesekian kalinya. Saya ingin mengajak keluar rumah wajib pakai masker, wajib pysical distancing," tegasnya.

Jika sudah selesai tugas di luar rumah Khofifah menghimbau masyarakat wajib segera kembali pulang ke rumah. "Lakukan pola hidup bersih dan sehat, pola ini harus kita lakukan. Kerumunan di mana saja hari ini berpotensi untuk terjadinya penyebaran virus Covid-19," imbuh dia.