dr. Joni Wahyuhadi
dr. Joni Wahyuhadi

Kasus Covid-19 di Jawa Timur mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Bahkan dalam sehari penambahan bisa mencapai 451 kasus baru pada, Kamis (21/5/2020). Terbanyak berasal dari Kota Surabaya dengan adanya 311 kasus baru.

Kemudian penambahan terbanyak kedua Kabupaten Sidoarjo dengan 57 kasus. Disusul Kabupaten Probolinggo 31 kasus baru dan Kabupaten Gresik 27 kasus baru.

Baca Juga : Jelang Idulfitri, Perbatasan Kabupaten Blitar Diperketat

Sementara itu untuk pasien sembuh menunjukkan angka yang sedikit dengan hanya bertambah 10 orang. Sedangkan yang meninggal malah lebih banyak dengan 11 korban baru.

Ketua Gugus Tugas Kuratif Percepatan Penanganan Covid-19 dr. Joni Wahyuhadi menyampaikan, jika diakumulatif untuk daerah yang sedang melaksanakan PSBB di Surabaya Raya ada penambahan 395 kasus, sementara Malang Raya hanya 6.

"Ini memberikan semacam warning pada kita, bahwa kita harus disiplin. Karena kalau kita disiplin awal dulu mungkin yang disediakan hanya masker dan hand sanitizer. Dan kalau kita disiplin maka kasusnya tak akan tambah dengan cepat," terangnya.

Sebaliknya, lanjutnya, jika tidak disiplin maka yang disediakan pemerintah adalah ruang observasi, rumah sakit. "Kalau kita tak disiplin yang disediakan ventilator dan peti mati," tegasnya.

Menurut Joni penambahan kasus ini berasal dari seseorang dengan status PDP. "Dalam pemeriksaan positif ini tak menjadi masalah besar karena orangnya ada di rumah sakit atau terisolasi. Tetapi yang jadi masalah kalau berasal dari OTG kalau dia tak disiplin. 46 sekian persen menjadi sumber infeksi bagi yang lain tanpa gejala," tuturnya.

Orang Tanpa Gelaja ini jelas Joni keliatan tidak sakit namun dia menularkan penyakit ke mana-mana. "Penyakit ini sangat tinggi penularannya," lanjut Joni kembali.

Baca Juga : Miris, Meski Sudah PSBB, Angka Mobilitas di Kabupaten Malang Masih Tinggi

Joni menduga naiknya kasus ini karena mobilitas masyarakat yang cukup tinggi. Khususnya dari jalur udara. "Grafik cukup naik yang datang dan berangkat bertambah setiap hari. Dari bandara Juanda naik terus perhari bisa 1.400 sampai 1.500. Walaupun sudah dilakukan screening tapi ini menjadi faktor bagian dari bisa menaikkan jumlah status corona virus," bebernya.

Joni mengambil kesimpulan demikian sebab dari jalur darat mobilitas kendaraan keluar masuk Surabaya tak begitu signifikan. "Tak ada kenaikan atau penurunan signifikan. Tapi udara," imbuhnya.

Seperti diketahui bersama jalur penerbangan udara dibuka kembali pada awal Mei bulan ini. Padahal sebelumnya sempat tutup selama sekitar satu pekan.