Gubernur Jatim Khofifah
Gubernur Jatim Khofifah

Korban Covid-19 di Jawa Timur terus bertambah. Terbaru pada Selasa (24/3) pihak Pemprov Jatim mengumumkan ada 10 orang yang kembali dinyatakan positif. Sehingga total sejauh ini sudah menjadi 51 orang.

Sementara yang berstatus orang dalam pengawasan (ODP) sebanyak 2003 orang. Dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 142 orang.

Terbanyak positif kembali tetap di Surabaya. Penderita Covid-19 tercatat ada 31 orang. Sedangkan untuk status DPD sebanyak 10 orang dan ODP sebanyak 182 orang.

"Di Jawa Timur hari ini terkonfirmasi ada tambahan 10 positif Covid-19. Dari 10 itu 5 ada di Magetan, 2 di Surabaya, 2 di Sidoarjo dan 1 di Kota Malang. Total di Jawa Timur menjadi 51," terang Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Dia menjelaskan dari data tersebut ada 2 pasien yang meninggal dunia. Satu di Kabupaten Malang, satu lainnya di Surabaya yang terbaru.

"Dari 51 pasien ini positif ini Allhamdulillah ada 5 yang sudah terkonfirmasi negatif. Artinya mereka sudah sembuh," lanjut Khofifah.

Untuk itu, Khofifah meminta agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan memaksimalkan langkah pencegahan COVID-19. 

“Tetap menjaga jarak sosial, melakukan olah raga, tinggal di rumah dan keluar hanya urgent, pola hidup bersih dan sehat, cuci tangan yang baik atau jangan mengundang atau datang ke keramaian dulu," bebernya.

"Jangan melakukan suasana yang menjadikan panik. Tempat wisata, hiburan malam, night club, diskotek segera ditutup. Masih banyak masyarakat yang rupanya tidak ikuti imbauan. Penyebaran COVID-19 ini jangan pernah dianggap sepele,” imbuh Khofifah kembali.

Sementara itu data dari Pemkot Surabaya daerah rawan rupanya ada di pusat kota. Yakni, di Kecamatan Dukuh Pakis dan Sukomanunggal. Di masing kecamatan tersebut ada tiga orang yang dinyatakan positif Covid-19.