Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono
Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono

Usai didesak banyak pihak, terutama dari pihak legislatif DPRD Surabaya, Pemkot Surabaya akhirnya membuka peta penyebaran Covid-19. Hanya saja peta tersebut dibuka setelah ada 29 pasien dinyatakan positif.

Peta diketahui dibuka pada Senin (23/3) malam. Data penyebaran itu bisa diakses masyarakat lewat website https://lawancovid-19.surabaya.go.id yang dibuat resmi oleh Dinas Infokom Pemerintah Kota Surabaya.

Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono mengapresiasi langkah yang diambil pihak Pemkot Surabaya tersebut. Meskipun sudah ada 29 pasien dinyatakan positif. 

“Data penyebaran itu sekaligus memberi panduan dan kepastian. Kelurahan mana yang masih bebas, kelurahan mana yang ada warga ODP dan PDP, serta kelurahan yang terkonfirmasi positif Covid-19,” ujar Adi, Selasa (24/3/2020).

Namun berbeda dengan Pemprov Jatim yang menyatakan ada 29 orang positif di Surabaya, pemkot memiliki data lain. Pemerintah Kota Surabaya mencatat 23 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka berasal dari 19 kelurahan.

Warga di Surabaya yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) 134 orang, tersebar di 65 kelurahan. Yang berstatus Pasien Dalam Pemantauan (PDP) 7 orang, tersebar di 7 kelurahan.

“Langkah Ibu Walikota sudah tepat membuka peta penyebaran Covid-19. Data itu real time, diupdate sesuai perkembangan situasi. Masyarakat kini bisa mengakses dan menjadi lebih waspada terhadap lingkungan masing-masing,” kata Adi.

Lewat website itu, Pemerintah Kota Surabaya juga telah memaparkan kepada publik langkah-langkah pencegahan dan penanganan Covid-19. 

“Masyarakat bisa turut aktif menjaga keluarga, sanak saudara dan lingkungan masing-masing. Hidup sehat, serta batasi keluar rumah,” kata Adi.

“Taati seluruh seruan pemerintah dan aparat keamanan. Untuk sementara waktu, masyarakat jangan melakukan kegiatan-kegiatan yang mengumpulkan orang,” tegas Adi kembali.

Karena pengumpulan orang, lanjutnya, mempercepat penyebaran virus Corona. Pola hidup sehat, menjaga stamina tubuh, meningkatkan imunitas tubuh, merupakan tindakan preventif yang sangat diperlukan.

“Kita semua menghadapi musuh, yang secara kasat mata tidak terlihat. Mudah menyebar. Karena itu menjadi persoalan global. Berbagai negara dan kota di dunia, saat ini tengah berjuang mengalahkan Covid-19,” imbuh politisi PDIP ini.