Gubernur Jatim Khofifah
Gubernur Jatim Khofifah

Tak hanya menyiapkan 64 rumah sakit rujukan untuk Covid-19, Gubernur Jawa Timur juga 'menyulap' ruang kantor dinas untuk ruang observasi. Yang nantinya bisa dijadikan tempat untuk observasi bagi pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP).

Yang disiapkan kali ini adalah gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jatim. Gedung untuk pendidikan Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut ada di Jalan Balongsari Tama, Gadel, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya. Ada 350 tempat tidur atau bed yang disediakan. 

Untuk memantau langsung persiapan Khofifah meninjau gedung, Selasa (24/3). Selain memiliki sejumlah ruangan yang terdiri dari 350 tempat tidur, gedung BPSDM ini juga memiliki ruang pertemuan atau hall yang mampu menampung sebanyak 100 tempat tidur. Sehingga, jika di total ada sebanyak 450 tempat tidur yang akan disiapkan di gedung BPSDM Jatim. 

"Selain BPSDM Jatim, sudah ada gedung BPSDM di Malang yang memiliki 100 tempat tidur. Itu juga akan kami fungsikan untuk ruang isolasi," kata Khofifah.

Khofifah memilih ini untuk memastikan bahwa persiapan jika misalnya ada permintaan untuk observasi di dalam ruang tertentu. "Dalam apa pemantauan dan perawatan tenaga medis dan paramedis ini salah satu yang sudah kita siapkan," tuturnya.

Dia juga kembali mengingatkan pada warga Jatim untuk membiasakan pola hidup sehat. Kemudian cuci tangan dengan sabun. Berdiam di rumah, kalaupun keluar harus atas kebutuhan yang mendesak dan yang tidak kalah penting adalah menjaga jarak. "Di gedung ini (BPSDM) sudah ada banyak fasilitas seperti sarana dan prasarana olah raga," tandas Khofifah.

Sementara itu, Kepala BPSDM Jatim, Aries Agung Paewai menambahkan, untuk saat ini tidak ada pendidikan ASN di BPSDM Jatim karena pendidikannya sudah pada tahap di luar kelas. Di BPSDM Jatim ini terdapat sembilan gedung asrama. Masing-masing asrama terdapat ruangan yang berisi 2-4 tempat tidur. "Jadi, nanti kamar akan kita tata ulang agar ada jarak. Minimal satu meter antar penghuni," ujarnya.

Aries menambahkan, dari segi sarana dan prasarana, gedung BPSDM Jatim memenuhi syarat untuk dijadikan tempat observasi Covid-19. Nanti, pihaknya akan menyiapkan segala macam perlengkapan yang dibutuhkan sebagai tempat observasi. "Gedung BPSDM ini luas, mencapai lima hektar," imbuhnya.