Suasana saat pertemuan dengan para pengurus HMI dengan Kapolresta maupun Dandim (Ist)
Suasana saat pertemuan dengan para pengurus HMI dengan Kapolresta maupun Dandim (Ist)

Perihal aksi demo Himpunan Mahasiswa Malang (HMI) Cabang Malang pada Jumat (13/3/2020) yang berujung ricuh, hingga menyebabkan dari pihak mahasiswa maupun dari pihak kepolisian mengalami luka, saat ini berakhir dengan mediasi damai.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, bersama Komandan Kodim 0833, Letkol Inf Tommy Anderson Sabtu malam (14/3/2020) mengunjungi sekitar 30-an pengurus HMI Ekonomi Korkom Merdeka di Kantor HMI Ekonomi Korkom, Universitas Merdeka Malang, Gg. Kampung Cempluk  No.458, Dusun Sumberejo Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang (14/3/2020).

Dalam pertemuan tersebut, Kapolresta Malang Kota dengan gentle melakukan permohonan maaf atas insiden kejadian dan berupaya Tabayyun atau mencari solusi untuk permasalahan yang terjadi. 

Di situ, pihaknya juga berjanji akan berlaku adil dan tidak pandang bulu terhadap anggota yang bilamana terbukti melakukan kekerasan.

"Insiden kericuhan  kemarin mengakibatkan luka-luka kedua belah pihak. Namun  tidak ada alasan apapun meskipun anggota capek ataupun kondisi hujan, saya selaku Kapolresta tetap bertanggung jawab atas kejadian tersebut," jelas Leo, sapaan akrabnya. 

Kapolresta dalam pertemuan tersebut mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan investigasi internal terkait pemukulan terhadap mahasiswa yang dari foto beredar memang nampak babak belur pada wajahnya.

"Investigasi terkait pemukulan terhadap korban sudah kami dilaksanakan dan korban sudah diambil keterangan oleh provost, apabila terbukti akan segera disidangkan yang akan dipimpin oleh Wakapolresta Malang Kota untuk diberikan sanksi," terangnya

Dia menegaskan, sebagai komando pemangku hukum di Kota Malang, pihaknya sangat merasa bertanggung jawab atas segala kerugian yang dialami oleh korban, termasuk untuk melakukan pengobatan terhadap korban hingga benar-benar sembuh.

Komandan Kodim 0833, Letkol Inf Tommy Anderson menambahkan, dalam setiap pengamanan apapun di lapangan, pastinya terdapat sebuah risiko. Dan kejadian kemarin (saat aksi demo), pasti berisiko untuk personel.

Namun di dalam struktur TNI maupun Polri, ada sebuah sistem pengawasan internal. Yakni untuk masalah penindakan pelanggaran disiplin akan dilaksanakan secara transparan.

"Silaturrahim dengan HMI untuk menyelesaikan permasalahan dan kami berharap berkelanjutan serta tidak hanya formalitas saja. Kita semua berkewajiban menjaga kondusifitas Kota Malang, karena kita sama-sama merah putih untuk NKRI," bebernya.

Di tempat yang sama, Kanit IV Sat Intelkam Ipda Lubis Ibroril Chosam juga memberikan imbauan perihal perizinan. Pihaknya menjelaskan jika proses perizinan ke Polresta Malang harus sesuai UU No 9 tahun 1998 tentang penyampaian pendapat di muka umum. Di situ terdapat beberapa ketentuan yang harus dipenuhi, di antaranya proses perizinan ke kepolisian.

"Penyampaian pemberitahuan aksi unras diupayakan 3 kali 24 jam sebelum kegiatan. Sehingga kita dari pihak keamanan bisa maksimal dalam memberikan pelayanan dan pengamanan. Kejadian kesalahpahaman dalam unjuk rasa kemarin tidak akan terjadi apabila ada komunikasi yang  baik. Ke depannya harus kita lakukan dengan baik agar berjalan kondusif," pungkasnya.