Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Corona menjadi salah satu virus yang mendapat perhatian luar biasa dari publik internasional. Pasalnya, virus yang menyerang organ pernapasan ini dalam waktu singkat telah menyerang berbagai daerah dengan jumlah kematian yang tak sedikit.

Meski begitu, virus corona bukan berarti tak memiliki obat untuk menyembuhkan pasiennya. Karena ternyata, beberapa pasien berhasil disembuhkan dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari. Bahkan, tenaga medis menyebut ada beberapa yang bisa menangkal penyebaran virus corona.

Wakil Direktur RSSA Malang dr Syaifullah Asmiragani menyampaikan, pada dasarnya virus corona tak lebih berbahaya dari SARS. Namun lantaran pemahaman masyarakat masih kurang, sehingga menimbulkan sedikit kepanikan.

"Ini nggak lebih parah dari SARS, maka jangan panik berlebihan. Memang sangat dibutuhkan sosialisasi," terangnya.

Dia menjelaskan, manusia tak bisa terhindar dari virus setiap beraktivitas di luar ruangan. Namun memang ada beberapa virus dan bakteri yang terbilang cukup bahaya bagi manusia maupun hewan. Salah satunya adalah virus Corona yang bisa menyerang daya tubuh manusia yang lemah.

Namun ketika daya tahan tubuh kuat, virus yang dicurigai berasal dari China itu tidak akan menyerang tubuh manusia. Sehingga, dia menyarankan agar masyarakat secara mandiri melakukan pencegahan mulai dari dirinya sendiri.

"Olahraga teratur setengah jam sehari, cuci tangan, dan mandi yang teratur," katanya.

Dia juga menyampaikan jika wudhu menjadi salah satu cara ampuh untuk mencegah virus corona. Pasalnya, wudhu merupakan aktivitas rutin yang dilakukan lima kali sehari atau bahkan lebih. 

Wudhu dilakukan dengan air mengalir itu bisa menjadi upaya mencegah Corona, karena akan selalu menjaga kebersihan. Dalam dunia medis, cuci tangan dengan air mengalir sangat dianjurkan untuk menjaga kebersihan.

"Jaga hieginitas diri itu yang paling penting," imbuhnya.

Dia juga menyampaikan jika masyarakat yang tengah sakit batuk atau flu dan tak terindikasi corona dapat beraktivitas di luar ruangan seperti biasa. 

Dengan catatan, yang bersangkutan mengenakan masker untuk menghindari penularan. Sementara bagi yang tak merasa flu atau batuk agar tak mengenakan masker.

"Tubuh kita bisa memproduksi anti bodi, dan kita tak pernah bisa lepas dari virus. Saat berbincang dengan orang lain pun diantara kita sudah banyak virus dan bakteri," terangnya lagi.

Itu sebabnya, ia menyarankan masyarakat tak terlalu panik berlebihan. Sehingga tetap bisa melakukan aktivitas di luar ruangan seperti biasa. Selain itu tetap menjaga kekebalan tubuh dengan berolahraga dan menjaga pola hidup sehat.

"Panik berlebihan sangat tidak baik. Ada banyak yang terserang virus corona tapi sembuh dengan sendirinya, itu karena imun yang dimiliki tubuh kita," papar dia.