Mengenakan baju merah, pengemis kaya Ngatmini diperiksa di kantor Satpol PP Jombang usai dirazia. (istimewa)
Mengenakan baju merah, pengemis kaya Ngatmini diperiksa di kantor Satpol PP Jombang usai dirazia. (istimewa)

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jombang merazia sejumlah pengemis di Jombang. Salah satu pengemis yang terjaring razia ini terungkap memiliki empat rumah berukuran besar.

Pengemis kaya itu adalah adalah Ngatmini (80), warga Desa Wonoayu, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri. Ngatmini ditangkap anggota satpol PP saat sedang mengemis di depan Masjid Agung Baitul Mukminin di  Alun-Alun Kabupaten Jombang pada Jumat (21/2) malam.

Kabid Ketertiban Umum dan Sumber Daya Aparatur Satpol PP Jombang Haris Aminuddin mengatakan, Ngatmini tergolong orang berekonomi cukup. Hal tersebut terungkap ketika anggotanya mengantarkan Ngatmini pulang ke rumahnya di Kediri.

Di Desa Wonoayu, Ngatmini menempati rumah yang cukup besar. Perabotan di dalam rumah pun, diakui Haris, tergolong perabotan menengah ke atas.

"Yang jelas rumahnya menengah ke ataslah. Bangunannya besar, tinggi, lantainya keramik," ujarnya saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Sabtu (22/2).

Dari penelusuran anggota satpol PP di lokasi, pengemis kelahiran 1940 itu memiliki empat rumah yang berlokasi di desa yang sama. Keterangan itu didapatkan anggota satpol PP dari tetangga Ngatmini. "Menurut teman-teman (anggota satpol PP, red), itu rumah dia (Ngatmini, red). Tapi diakuinya bahwa rumah itu milik keponakannya," ungkapnya.

Informasi yang didapat, lanjut Haris, Ngatmini merupakan salah satu warga terkaya di desanya. Kekayaan Ngatmini ini diduga merupakan hasil dari mengemis setiap hari.

Namun sayang, saat dimintai keterangan, Ngatmini tidak mau mengaku soal pendapatannya dari mengemis di jalan. Ngatmini merupakan wajah lama yang kerap terlihat mengemis di Kota Santri.

"Panghasilan mengemis tidak mau mengaku. Yang jelas tadi malam umplung-nya penuh. Kebetulan anggota semalam tidak menghitung uangnya," kata Haris.

Kendati sudah diantarkan pulang, Haris mengaku akan menindak tegas bila Ngatmini tertangkap lagi mengemis di Jombang. "Kalau ketangkap lagi, kami kirim ke panti," pungkasnya.