Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang, Wahyu Setianto (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang, Wahyu Setianto (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Ratusan koperasi di Kota Malang masih tidak sehat secara organisasi maupun administrasi. Bahkan, oknum-oknum tak bertanggung jawab ada juga yang mendirikan koperasi abal-abal berkedok simpan pinjam. 

Koperasi abal-abal yang banyak beroperasi di Kota Malang dinilai sangat meresahkan. Pasalnya, keberadaan koperasi yang tak bekerja sebagai ketentuan itu sering memberikan pinjaman kepada masyarakat dengan bunga yang cukup tinggi. Keberadaan koperasi abal-abal itu pun kini kembali didata.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang, Wahyu Setianto menyampaikan, laporan terkait koperasi abal-abal memang tak banyak diterima. Namun meski begitu, tim yang dibentuk sudah mulai bergerak mendata koperasi bodong.

"Kami tidak hanya menunggu laporan resmi, kalau kami mendengar informasi sedikit, kami langsung selidiki dan datangi kantor yang bersangkutan," katanya.

Jika memang ditemukan praktik yang tak sesuai, maka lembaga yang dimaksud menurutnya akan dilaporkan secara berjenjang. Dengan harapan lembaga yang tak berjalan sesuai ketentuan memiliki efek jera dan tak merugikan masyarakat.

Keberadaan koperasi abal-abal itu ia nilai cukup meresahkan. Karena banyak membuat masyarakat kecil kesusahan saat akan membayarkan hutang. Kebanyakan, hutang yang diberikan juga disertai dengan bunga yang tinggi dan tak sesuai dengan yang berlaku di lembaga keuangan pada umumnya.

"Kami imbau pada masyarakat agar melapor kepada kami jika menemukan koperasi yang tak berjalan sebagaimana mestinya," imbuh Wahyu.

Lebih jauh Wahyu menyampaikan, dari data yang dimiliki baru sekitar 100 koperasi yang berstatus sehat dari totak sekitar 700 koperasi yang terdaftar di Kota Malang. Dari hasil survei, modal menjadi salah satu penyebab utama koperasi berstatus tak sehat. Hal itu menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Pemerintah Kota Malang.

"Kami selalu berikan pendampingan untuk mengetahui sejauh mana permasalahannya," terang Wahyu.