Potongan gambar video seorang pria yang diduga melakukan pemalakan diposting di media sosial Facebook dan tengah viral. (ist)
Potongan gambar video seorang pria yang diduga melakukan pemalakan diposting di media sosial Facebook dan tengah viral. (ist)

Pengguna media sosial Facebook kembali ramai karena sebuah  video yang diposting  akun bernama  Farizul Nur Ichsan. Video yang diposting tersebut menunjukkan seseorang pria bertopi dan pakai kacamata menghentikan ojek online (ojol) mobil  maupun motor yang tengah mengambil penumpang di depan Malang Town Square (Matos).

Video juga memperlihatkan pria tersebut sempat meminta pengemudi ojol dengan  uang  Rp 2.000 untuk motor dan Rp 3.000 untuk mobil seperti informasi caption yang ditulis dalam foto. 

Dalam caption tersebut juga dikatakan bahwa oknum pria tersebut meminta uang mengatasnamakan sebuah ormas. Jika tidak memberi, maka driver dilarang untuk mengambil penumpang di lokasi tersebut.

Selain itu, dalam video sepintas juga terdengar pria yang memintai uang tersebut mengatakan untuk mobil Rp 3.000. Sementara untuk motor tak terlalu jelas berapa tarif yang diucapkannya.

Sementara dalam caption postingannya, akun Farizul Nur Ichsan menuliskan kata-kata "tolong dibantu agar sampai kepada pihak yang berkewajiban demi kemajuan Kota Malang".

Postingan tersebut banyak dibanjir 1.000 lebih komentar dan 700 lebih like serta telah dibagikan sebanyak 591 kali oleh para netizen di media sosial.

Dari postingan viral tersebut, kemudian MalangTIMES mencoba menelusuri ke lokasi depan Malang Town Square. Di sana banyak terlihat ojol yang tengah menjemput dan ngetem menunggu penumpang. Tak tampak adanya aktivitas oknum yang minta uang kepada ojol.

Ketika dikonfirmasi ke salah satu pengemudi yang  enggan menyebutkan namanya, dia mengaku selama ini tidak ada oknum yang memintainya uang saat menjemput penumpang di depan Matos. Dia menduga video yang diposting tersebut merupakan video lama, saat ojek online masih baru di kawasan Kota Malang.

"Kecuali kalau di Arjosari memang ada. Tapi kalau di sini  (Matos) sepertinya nggak ada. Saya sudah sering ngambil penumpang di sini. Itu bisa dilihat banyak yang ngambil penumpang, nggak ada kan yang dimintai uang," ungkap driver itu.

Driver ojol lainnya, yakni Adi Supranoto,, juga mengatakan hal yang senada. Dia mengaku selama ini tidak ada oknum-oknum yang sengaja menarik uang saat mengambil penumpang di depan Matos.

"Nggak benar Mas. Kaami dari kemarin di sini juga nggak ada apa-apa. Itu teman-teman juga ngambil penumpang. Itu sepertinya video lama. Sudah nggak ada lagi pemalakan atau penarikan iuran semacam itu," bebernya.

Di sisi lain, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Sinarmata menanggapi hal itu. Dia mengatakan polisi akan menindaklanjuti kebenaran dari kabar yang beredar tersebut. "Kami atensi. Segera kami tindak lanjuti ke lapangan," ucapnya.