Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia  saat bertanya kepada Aminah dan anaknya tentang aksi pemcurian yang dilakukannya. (foto : Joko Pramono/jatim Times)
Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia saat bertanya kepada Aminah dan anaknya tentang aksi pemcurian yang dilakukannya. (foto : Joko Pramono/jatim Times)

Komplotan pencuri emas yang ditangkap Polres Tulungagung ternyata masih satu keluarga. Hal itu diketahui saat Polres Tulungagung melakukan rilis pencurian emas yang dilakukan di Pasar Karangtalun, Kalidawir, Selasa (26/11/19) lalu.

Ketiganya adalah Aminah (51), Saiful Anas (31), dan Nur Rohman (24). Ketiganya beralamat di Kelurahan Karangroto, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Sedangkan Suharsih, pria 40 tahun warga Desa Blerong, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, merupakan orang lain yamg diajak Aminah. Selain sebagai ibu, ternyata Aminah juga sebagai otak komplotan ini.

”Aminah ini mempunyai anak, yakni Nur Rohman dan Saiful Anas, yang diajak (mencuri emas) juga," terang Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia saat rilis ungkap pencurian emas, Jumat (29/11/19).

Hebatnya lagi, dengan berbekal mobil rental, komplotan ini sudah beraksi di 18 tempat berbeda dalam kurun dua bulan terakhir sebelum tertangkap di Ngadiluwih, Kediri, setelah melakukan aksinya di Tulungagung. "Ada 18 TKP. Di Tulungagung 1, Trenggalek 1, dan  sisanya di Jawa Tengah," papar kapolres.

Dalam melakukam aksinya, komplotan ini mengincar toko emas yang berada di pasar-pasar kecil secara acak. Meski begitu, tak semua aksinya berjalan mulus. Dari 18 aksi yang dilakukan, 15 di antaranya berhasil menggondol emas incaranya.

Sayang dalam penangkapan yang dilakukan polisi, satu pelaku berhasil kabur. Dalam penangkapan ini, juga terjadi insiden salah tangkap. Salah tangkap ini terjadi lantaran adanya kemiripan jenis mobil dan nomor polisi kendaraan yang digunakan pelaku dengan korban salah tangkap yang diketahui bernama Pramono (42), warga Madiun.

Bahkan video salah tangkap ini sempat viral dan dikira penangkapan pencuri oleh masyarakat. ”Kejadian itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan," ujar kapolres.

Disinggung tentang korban salah tangkap yang menyerahkan masalahnya kepada penasihat hukum dan sempat terjadi pemecahan kaca mobil, kapolres menjelaskan lantaran pengemudi menolak  turun dari kendaraannya. "Kalau kemarin pengemudi disuruh berhenti mau berhenti, mungkin nggak terjadi salah komunikasi," kata pria ramah ini.

Lantaran menolak untuk berhenti, muncul upaya dari pihak kepolisian untuk melakukan upaya paksa menghentikan kendaraan tersebut.

Sementara itu, ketua komplotan pencuri emas, Aminah, mengakui telah beraksi di 18 lokasi berbeda. Hasil dari mencuri itu dibagi rata untuk 5 anggota komplotan yang dipimpimnya. "Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena sudah nggak punya suami (janda)," ujar Aminah, lalu terisak.

Dari penangkapan terhadap para pelaku tersebut, diamankan barang bukti berupa tiga buah kalung emas, dua  cincin emas, dan satu elang emas. Pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.