Wisata edukasi pemadam kebakaran.

Wisata edukasi pemadam kebakaran.



Wisata edukasi pemadam kebakaran (PMK) yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya cukup diminati anak-anak. Bahkan, edukasi wisata yang diberi nama “Romy Sableng 112 and Kids” tersebut telah dikunjungi ribuan pelajar sekolah.

Ada beberapa rangkaian kegiatan yang disiapkan di wisata pemadam kebakaran yang terletak di Jalan Pasar Turi No 21 Surabaya tersebut. Kegiatan itu mulai dari sosialisasi membahas seputar pengenalan bahaya kebakaran sejak usia dini, permainan flying fox, hingga menjajal kendaraan damkar (pemadam kebakaran).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, pengenalan melalui wisata PMK ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya anak-anak, tentang bahaya kebakaran. Selain itu, upaya ini dilakukan untuk memberikan bekal wawasan ketika suatu waktu terjadi kebakaran di sekitarnya.

 “Jadi selama sosialisasi itu, mereka diberitahu macam-macam alat yang digunakan petugas damkar dalam memadamkan api. Mulai dari nama pakaian sampai jenis-jenis kendaraan,” kata Irvan.

Di samping itu, Irvan menyebut, petugas juga akan menjelaskan kepada para peserta tentang jenis-jenis pakaian yang digunakan PMK, seperti atribut pemadam api ringan (apar) dan alat pelindung diri (APD). Bahkan, para peserta juga diberi wawasan jenis-jenis kendaran yang digunakan petugas PMK, seperti klonen, pumper, dan Walang Kadung. 

Tak hanya itu. Para peserta juga diajak berkeliling menggunakan kendaraan klonen di sekitaran lokasi. “Kami mengemas semenarik mungkin agar informasi yang kami berikan diterima dengan baik. Karena dari pertemuan semacam ini, goals-nya adalah warga menjadi juru padam sebenarnya,” kata Irvan.

Dengan begitu, pihaknya berharap, nantinya paradigma saat terjadi kebakaran di lingkungan mereka, warga tidak lagi hanya menjadi menonton. Namun, mereka juga berbuat sesuatu saat terjadi peristiwa kebakaran. “Misalnya membuka portal atau meminggirkan kendaraan agar dapat dilewati petugas,” ungkap nya.

Alhasil, inovasi wisata edukasi pemadam kebakaran itu terus mendapat respons baik oleh masyarakat. Hal tersebut terbukti dari jumlah pengunjung yang meningkat tiap bulannya. Irvan mengungkapkan, tercatat pada  Februari 2019, jumlah pengunjung sebanyak 62 dari taman kanak-kanak (TK). Kemudian Maret, jumlah pengunjung meningkat signifikan mencapai 1.114 peserta.

“Kami bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (Dispendik) untuk sosialisasi bahaya kebakaran. Jadi, tiap hari 50 peserta SD berdatangan untuk belajar penanganan bahaya kebakaran. Total selama bulan Maret 1.114 peserta terdiri dari seribu SD dan 114 TK,” katanya.

Untuk bulan April jumlah kunjungan mengalami peningkatan menjadi 1.141. Mereka terdiri dari 141 peserta TK dan 1000 peserta SD se-Surabaya. “Kalau untuk Mei-Juni kurang lebih sekitar 100 peserta. Soalnya, selama bulan itu, siswa sedang melaksanakan kegiatan ujian sekolah,” imbuhnya.

Sedangkan untuk bulan Agustus, Irvan menyebut, pengunjung mencapai 105 peserta. “Lalu untuk bulan September minggu kedua ini, peserta sudah mencapai sebanyak 272 peserta yang dihitung khusus tiap minggu saja,” ucapnya.

Salah satu peserta yang mencoba wisata edukasi pemadam kebakaran adalah Dea Ainun. Pelajar dari SD A-Ikhsan Kenjeran Surabaya ini mengaku senang sekali bisa bermain sembari belajar di area wisata tersebut. “Senang sekali, seru. bisa belajar biar membantu siapapun ketika ada yang kebakaran,” kata Dea.


End of content

No more pages to load